Mau Eksis, Lebay Dikit Dong Pliiiiis….

Semalem, udah enak-enak tidur, saya dibangunin tuan besar, katanya ada sms yang beritanya gawat banget. Langsung saya bangun, lalu membaca sms itu.

Sms itu datang dari sahabat di STM. Dia berkeluh, marah dengan teman-teman yang dia tag foto di facebook. Niat mau memberi kabar teman lama yang sudah lama ngga ada kabar, malah jadi forum ke-lebay-an.

Setiap orang jadi posting kata-kata yang kurang penting. Membuat notifikasi pada orang yang di-tag tiba-tiba membludak. Ketika dibuka, isinya tong kosong.

Yang ingin marah harusnya orang lain yang tidak terlalu berkepentingan dan mendapat banyak email di inbox-nya.

Dasar anak sudah lama ingin menyalurkan hasrat ingin terkenal, semua orang berusaha posting, menarik perhatian, bahkan sekedar posting kata “hhhhmmmmmmmmmm” untuk satu notifikasi.

Sudah terlalu sering dibicarakan. Facebook, tweeter, menjadi ajang seseorang yang bukan siapa-siapa bisa jadi terkenal. Sekedar cuap-cuap, berkicau, menjadi lazim. Pasangan iseng memasang status single padahal sudah menikah, lazim.

Kemudian, masih lazimkah bila hati kita menjadi panas, marah, dengan postingan dan status palsu di facebook? Bila kita marah, nanti di – cap jadi orang yang tidak bisa diajak bercanda. Jika kita menganggap bercanda semua hal itu, apa kita ngga di – cap sebagai orang yang tidak lagi punya hati, punya kepedulian.

Teknologi sekarang memang sontoloyo. Tapi semua pasti ada dua sisi yang berlawanan. Yang cerai gara-gara facebook, itu negatif. Yang dapat uang gara-gara jualan baju di facebook, itu barokah.

Published in: on May 6, 2010 at 9:05 pm  Leave a Comment  

True Friend, True Love

Maaf, aku tak pernah tahu apa maksudmu dengan semua kebaikan itu

Maaf, aku tak pernah sadar dengan semua yang telah kau relakan

Waktu, perhatian, sela-sela kesempatan yang sempit itu,

Semua kebahagiaan ketika air mataku terus tercurah untuk nafas yang lain

Tak pernah kutahu apa yang ada di balik semua itu

Dan terima kasih telah menyembunyikannya untukku

Kini semua masa itu tak akan kembali

Jika harus terucap,

Cinta sudah terlambat

Kini pun kau sudah menghindar

Entah ada apa di balik ini semua

Sahabat,

selalu kuanggap kamu sahabat terbaikku

Mungkin kau tetap menganggap aku seperti pertama kau mengenalku

Seseorang yang tak tertarik dengan orang baru

Mana ku tahu kau selalu ada di balik ragaku

Membuntuti dengan caramu sendiri

Sampaikan salamku untuk semua keluarga yang juga menyayangiku

Kau sahabat terbaikku

Yang temani masa laluku

Kan kau anggap apa aku ini,

cinta sejatimu, atau kau hanya pengagum rahasia

Sahabat,

aku masih bisa menyayangimu,

berdoa untukmu,

dengan caraku sendiri.

Aridhridh

Published in: on May 2, 2010 at 5:33 pm  Leave a Comment  

Aridh Sedang Puitis

Baru saja sholat isya’, sambil terpikir mengapa tak lagi tentram di sampingmu. Mengapa tak lagi tenang bersamamu. Selalu terbayang, rasa curiga dan tak percaya kepadamu. Rasa ini bukan lagi cemburu. Yang takut kehilangan dan menginginkan pandanganmu hanya padaku. Aku ingin melepas saja semua. Merelakanmu jika kau tak mau lagi aku.

Sudah kuhapus semua gambar dan tampilan gerak tak senonoh itu. Yang kau simpan serapi apapun, aku pasti menemukannya. Aku tak rela disejajarkan dengan wanita apapun kau sebut mereka. Aku lebih baik menyerah dan mundur saja. Jika suatu saat nanti ingin kau kejar mereka, katakan saja.

Kini, ingin kujalin walau satu hari saja, dengan seseorang selain kamu. Seperti kau yang mencuri waktu di sela lelah mataku. Tapi aku ingin seseorang yang nyata. Yang mungkin membagiku kebahagiaanya, atau mungkin malah menghabisiku dengan sesuatu yang tak kuduga.

Aku tak lagi tentram di sisimu. Karena kau tak lagi bicara dan berujar bahwa aku indah. Mungkin kau temukan yang lebih indah selain aku … mungkin … mungkin saja …

Tapi, terima kasih telah pernah membuatku tenang, damai, bahagia. Mungkin kau akan seperti itu lagi? Kunanti saat itu datang …

Aridhridh

Published in: on April 25, 2010 at 9:37 pm  Leave a Comment  

Nasi Itu Menangis

Ibu saya dulu sering bilang, kalau makan harus habis. Sebab kalau sampai nasinya bersisa, nasinya menangis. Saya telan nasihat itu tanpa pertanyaan lebih lanjut. Tanpa penelitian, apa mungkin nasi bisa mengeluarkan air mata.

Saya akhirnya menemukan alasan itu. Kenapa jika nasi tidak dimakan, ia menangis. Dan tangisnya sangat merana. Saya akhirnya sudah tahu sejak lama, tapi jarang saya renungkan apalagi ditulis dalam blog.

Ini terjadi karena tuan besar dan putrinya yang sering tidak menghabiskan makannya. Pagi, siang, ataupun makan malam, selalu bersisa. Saya heran, padahal dia juga yang mencari nafkah. Mengapa begitu menyepelekan sesuap nasi. Padahal, orang bekerja katanya mencari sesuap nasi. Ketika dapat bersuap-suap nasi malah tidak dihabiskan. Yang lain malah memilih menyuap orang lain. Hi hi hi…. Ironi….

Lihat piring nasi yang masih penuh di atas? Itu sisa makan tuan besar barusan. Lalu pertanyaannya, kapan nasi menangis?

Nasi sisa dan piring itu akan tetap berada di meja kaca depan ruangan si bos sampai besok pagi OB kantor menemukannya. Membuang sisa makanan itu, lalu mencuci piringnya. Ketika itu, nasi sisa tersebut sudah basi. Ber-air, bau. Merana sekali bukan? Dia bukannya menangis. Dia memang sudah saatnya basi. Dan caranya adalah mengeluarkan ‘air mata’, dan berjuta rasa lain yang tidak mengenakkan. Merana sekali. Di tempat lain dicari-cari, di sini dia sampai menangis.

Oh nasi, maafkan tuan besar ya, jangan kau sumpahi dia dengan sakit maag karena tidak menghabiskanmu  dalam piring-piringnya . . .

Aridhridh

Published in: on April 25, 2010 at 3:58 pm  Comments (2)  

GoBlog Lagi

Inilah saya

Kira-kira setahun yang lalu, sebuah blog berisi catatan pribadi terbuat gara-gara bete ga ada kerjaan. Setelah mendapat pekerjaan, blog itu saya tinggalkan, bahkan saya lupakan. Ternyata pekerjaan juga tak dapat direngkuh dengan lama karena terlalu banyak konflik. Dan, ketika kebosanan dan kengawuran membuncah, timbul hasrat untuk GoBlog lagi.

Barusan, saya juga membuat akun twitter. Ah, ketinggalan banget deh ini orang, yah, tapi ndak apa-apa, lebih baik agak terlambat daripada tidak sama sekali. Toh efeknya juga tidak terlalu fatal.

Lalu ketika sedang membuat blog, lengan saya digigit semut. Bukan sembarang semut, ukurannya mungkin ada 1cm lebih sedikit, panjang yang WOW untuk seekor semut. Cekit, eh kok jadi perih dan bentol. Tak sengaja, atau agak sengaja karena kesal, saya injak semut itu. Baru sadar kalau semut kan tidak boleh diinjak. Saya pun berbisik : ” Mut, semut, maafkan saya. “

Mungkin dia mencibir. Mungkin dia berpaling. Sudah sakit diinjak masih dimintai maaf. Tapi saya juga sakit karena lengan saya jadi bentol dan rasanya perih. Masih enak digigit nyamuk rasanya gatel.

Mungkin ada yang mencibir. Mungkin ada yang muak. Catatan harian ditulis? Dipublish? Jika menginspirasi, mengapa tidak. Daripada berkata jorok pada status facebook atau sekedar berkicau di twitter.

Jadi, siapa yang berpikir posting pertama ini akan dibaca orang. Yang jelas, saya GoBlog lagi. Kalau ada yang terinspirasi, Alhamdulillah. Kalau ada yang tidak senang, itu kan persepsi orang. Sambil posting, saya sambil meringis meratapi lengan yang digigit semut. Juga pertengkaran saya dengan seseorang. Dan kemelut karena belum mendapat pekerjaan lagi …

Aridhridh

Published in: on April 24, 2010 at 12:21 pm  Leave a Comment  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.